Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Idiologi?

Sebagai warga negara Indonesia kita semua pasti sudah mengetahui jika Pancasila adalah idiologi bangsa kita. Namun, tidak sedikit pula diantara kita tidak paham apa itu idiologi dan hanya sekedar tahu saja tanpa mengetahui artinya.

Idiologi sendiri diambil dari bahasa Yunani, yaitu dari kata ideas yang berarti gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Secara umum pengertian idiologi adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan. Idiologi juga dapat diartikan sebagai suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil dalam mengatur tingkah laku bersama di berbagai segi kehidupan.

A. Ciri-ciri Idiologi

Sebagai pegangan hidup suatu bangsa, idiologi memiliki ciri-ciri seperti berikut:

  • Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
  • Mewujudkan suatu asas kerohanian, pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara dan diamalkan, dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.

B. Jenis idiologi

Menurut jenisnya idiologi terbagi menjadi 2 macam, yaitu idiologi terbuka dan idiologi tertutup. Supaya lebih paham dari kedua jenis idiologi tersebut, simak penjelasan dibawah ini.

1. Idiologi terbuka

Idiologi terbuka adalah idiologi yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan bersifat dinamis atau merupakan suatu sistem pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsesus dari masyarakat itu sendiri, nilai-nilai dari cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, tetapi digali dan diambil dari suatu kekayaan, rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri.

Idiologi terbuka hanya berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, tetapi harus disepakati secara demokratis dengan sendirinya, idiologi terbuka bersifat inklusif, tidak otoriter, dan tidak dapat dipakai melegimitasi kekuasaan sekelompok orang. Idiologi terbuka hanya dapat ada dan mengada dalam sistem yang demokratis.

2. Idiologi Tertutup

Idiologi tetutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial yang ditetapkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, tetapi harus diterima sebagai suatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi.

Kebenaran suatu idiologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat diubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial. Karena itu ideologi ini tidak mentoleransi pandangan dunia atau nilai-nilai lain.

Idiologi tertutup bersifat dogmatis berarti mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid. Apriori berarti berprasangka terlebih dahulu akan suatu keadaan. Idiologi tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat yang berarti bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara totaliter. Bersifat totaliter berarti menyangkut seluruh aspek kehidupan.

C. Tipe idiologi

1. Idiologi Liberal

Idiologi liberal ialah suatu ajaran yang diyakini kebenarannya untuk mengatur tingkah laku yang menonjolkan kebebasan individu. Idiologi liberal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bidang idiologi: menerapkan paham sekuler.
  • Bidang politik: dikenal adanya partai oposisi
  • Bidang ekonomi: sistem ekonomi kapitalis, perekonomian diserahkan kepada perseorangan.
  • Bidang sosial budaya: anggota masyarakat cenderung individualis.

2. Idiologi Komunis

Idiologi komunis ialah suatu ajaran yang didasarkan atas paham sama rata sama rasa dan telah diyakini kebenarannya. Ciri-ciri idiologi komunis sebagai berikut:

  • Bidang politik: politik bersifat tertutup hanya ada satu partai yang berkuasa, yaitu partai komunis, rakyat hanya sebagai objek negara.
  • Bidang ekonomi: sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi etatisme.
  • Bidang sosial budaya: tidak percaya adanya tuhan, masyarakat hanya mengenal satu kelas sosial.

3. Idiologi Pancasila

Idiologi Pancasila ialah suatu ajaran yang tersusun sistematis dan diyakini kebenarannya karena didasarkan atas nilai-nilai Pancasila. Ciri-ciri idiologi Pancasila sebagai berikut:

  • Bidang politik: politik berdasarkan demokrasi Pancasila.
  • Bidang ekonomi: sistem ekonomi yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
  • Bidang sosial budaya: pola kehidupan sosial adalah kekeluargaan dan kegotongroyongan.