Muak dengan Media Sosial Bukanlah Suatu Hal yang Aneh
Media sosial memang memudahkan kita dalam mendapatkan informasi, tetapi tidak semua informasi yang ada di media sosial itu positif atau bermanfaat. Bahkan, yang terjadi malah banyak informasi negatif yang bertebaran di media sosial. Ngomong-ngomong soal informasi negatif. Apa kalian tahu, jika informasi negatif yang beredar di sosial media itu memiliki dampak buruk bagi penggunannya.
Saking banyaknya efek yang ditimbulkan, banyak para pengguna media sosial yang muak hingga memutuskan uninstal seluruh media sosial yang digunakan. Semua itu dilakukan semata wayang hanya untuk mendapatkan ketenangan. Memang langkah seperti itu bisa dikatakan sebagai langkah yang extreme. Namun, menurut beberapa penelitian menyebutkan, jika cara seperti itu justru lebih efektif daripada hanya melakukan pembatasan waktu penggunaan media sosial. Sebenarnya, apa saja bentuk dari rasa muak yang ditimbulkan, berikut penjelesannya.
1. Rasa Iri
Pernah gak, sih, kalian melihat unggahan entah itu dari teman atau para influencer yang ada di berbagai platform media sosial. Biasanya mereka mengunggah hanya hal-hal baik dari yang mereka alami. Dan jarang memperlihatkan sisi buruknya. Nah, terkadang sebagai orang yang hanya mengikuti, biasanya menelan mentah-mentah dari apa yang diperlihatkan, dan mengambil keputusan jika mereka itu hidupnya selalu senang, gembira, tanpa masalah. Sehingga yang terjadi kita merasa iri dengan kehidupan mereka, dan yang lebih parah lagi, kita merasa jika dunia seperti tidak adil. Jika sudah sampai pada tahap ini, ada baiknya sesegera mungkin untuk menjauh dari sosial media.
2. Terpapar Hoax
Semakin mudahnya akses terhadap sosial media, membuat siapa saja dapat membuat atau menyebarkan informasi. Walaupun, informasinya belum teruji kebenarannya. Jika kita tidak pandai-pandai dalam memilah, yang ada kita malah terjebak dalam informasi yang bohong atau hoax. Ingat, ya. Menyebarkan berita bohong adalah termasuk tindak pidana, seperti yang tercantum pada pasal Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan transaksi elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE), yang menyatakan:
Setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.
Apabila melanggar pasal di atas maka akan dikenakan sanksi sebagaimana yang diatur dalam pasal 45A ayat 1 yang menyatakan:
setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar.
3. Rasa Insecure yang Berlebihan
Insecure adalah kondisi yang menggambarkan perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman. Insecure ini sering terjadi ketika kita melihat unggahan orang lain. Salah satu contohnya, misalkan kita melihat unggahan teman yang sedang mendapatkan kenaikan pangkat di perkerjaannya, dan yang terjadi pasti akan membandingkan dengan keadaan kita saat ini. Apabila kita tidak dapat menahan diri, yang ada bukannya menjadikan sebagai penyemangat supaya cepat menyusul dan melampauinya, tetapi yang ada hanya rasa insecure tadi.
4. Mengganggu Pekerjaan
Bermain media sosial memang mengasyikkan. Namun, jika berlebihan hingga lupa waktu, maka akan berdampak buruk untuk pekerjaan. Masalah ini semakin serius ketika sedang menjalankan WFH (work from home), karena suasana rumah berbeda dengan apa yang di kantor, membuat rasa malas menjadi lebih besar, sehingga produktivitas pun menurun. Jadi, jangan buang waktumu hanya untuk suatu hal yang tidak berguna. Ingat, waktu itu tidak bisa dibeli dan tidak dapat diulang, maka gunakanlah waktumu sebaik mungkin.
5. Memicu Gangguan Kesehatan Fisik
Sama seperti poin nomer empat. Bermain media sosial secara berlebihan hingga lupa waktu juga dapat memicu gangguan kesehatan fisik. Salah satunya, gangguan indra penglihatan. Ini sangat mungkin terjadi apabila pada saat menggunakan gadget jaraknya terlalu dengan mata, sehingga berpotensi membuat mata menjadi minus. Selain itu, bermain media sosial secara berlebihan juga dapat memicu pusing dan mual. Hal ini dapat terjadi karena pada saat bermain media sosial, gerakan pada video atau tulisan yang berganti terus-menerus dalam jangka waktu yang lama akan membuat pusing bahkan sampai mual.
